Penertiban Pedagang Jualan Di Trotoar, Ini Penjelasan Wurarah

KBRN, Minut : Utamakan kenyamanan pengguna jalan, Jajaran Dinas Perhubungan bersama PD Klabat dan PD Pasar, serta Asosiasi Pedagang Pasar Minahasa Utara, melakukan pengawasan, pengaturan, dan penertiban di lokasi pasar Airmadidi, Selasa (25/7/2023).

Terpantau area pejalan kaki atau trotoar  dijadikan tempat parkir dan tempat berjualan oleh masyarakat / pedagang, sehingga mengganggu keamanan dan kenyamanan pejalan kaki.

” khususnya anak – anak sekolah yang melalui jalan tersebut. Penertiban ini menindaklanjuti postingan masyarakat di media sosial. diharapkan masyarakat  pedagang dapat mematuhi setiap aturan yang ada, demi keamanan dan keselamatan kita bersama,” Kata Kadis Perhubungan Minut Max Wurarah.

Dinas Perhubungan Kota Manado melakukan penertiban terhadap sejumlah pedagang di pusat kota yang memanfaatkan trotoar dan bahkan badan jalan untuk dijadikan tempat berdagang.

Terpantau sulutaktual.com, Kamis, (12/10/2017) sekira jam 2 siang, beberapa anggota Dishub Manado nampak sibuk menertibkan sejumlah pedagang yang berjualan diatas trotoar dan badan jalan, tepatnya di Jalan Sam Ratulangi, depan eks Bioskop Benteng  disepanjang jalur menuju kearah Jumbo Swalayan.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub)  Kota Manado M. Sofyan AP MSi yang juga turut memantau penertiban ini, sangat menyayangkan jika trotoar dan badan jalan dipakai sebagai tempat berjualan. Ia berharap agar para pedagang bisa mematuhi aturan dan ikut menjaga ketertiban dengan tidak berjualan ditempat yang dilarang, apalagi memanfaatkan fasilitas publik sebagai lokasi berdagang.

Pengalihan fungsi ataupun kerap merusak trotoar sebagai sarana untuk publik menjadi perhatian serius. Terkait hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado bakal mempidanakan pengusaha atau siapa saja yang terbukti melakukan pengrusakan.

Ketua Pansus Ranperda Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Syarifudin Saafa mengatakan pengrusakan trotoar sudah diatur dalam ranpeda yang sudah selesai dibahas oleh Pansus DPRD Kota Manado.

“Adanya Perda Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat juga menjadi turunan dari Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009, semua yang terkait dengan fasilitas publik termasuk yang namanya merusak diatur dalam Perda tersebut,” kata Syarifudin Saafa kepada Manadoline.com.

Saafa menegaskan fasilitas publik seperti trotoar tidak boleh dirusak atau digunakan untuk kepentingan pengusaha termasuk menjadikannya sebagai tempat transaksi jual beli.

Perda Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat akan diberlakukan mahjong ways tahun 2019. Pemkot Manado akan melakukan penertiban termasuk melakukan tindakan tegas.

“Sanksinya ada penyidikan, bisa didenda dan pidana kurungan. Kita lihat jenis pelanggarannya sesuai dengan Undang-undang 22 tahun 2009 termasuk Perda,” pungkas politisi yang juga Ketua PKS Sulut ini.

Viral di media sosial sebuah postingan yang menampilkan trotoar tempat pejalan kaki dipakai untuk jualan.

Tepatnya lokasi di Airmadidi, Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara.

Dalam unggahan tersebut, perekam video mengeluh kenapa trotoar dijadikan tempat berjualan.

Keluhan tersebut dilontarkan perekam video karena para siswa ataupun pejalan kaki tampak sulit melewati trotoar.

Padahal trotoar dibuat untuk pejalan kaki, bukan untuk tempat jualan.

“Mo lewat mana tu anak sekolah kasiang? (kasihan, mau lewat bagaimana anak sekolah?” tanya perekam.

Perekam dibalas oleh salah satu pedagang dengan menyebutkan bahwa akan disingkirkan kalau para anak sekolah telah selesai sekolah.

Namun pedagang tersebut juga sedikit menyindir sang perekam dengan menyarankan jangan terlalu bersemangat.

Iklan untuk Anda: Bersihkan pembuluh darah, dapatkan tensi seperti remaja 18 tahun!

“Biasa jo bu! (santai saja bu!)” kata pedagang.

Dalam keterangan postingan viral itu, menarasikan bahwa trotoar telah dijadikan tempat jualan, kendaraan roda dua dan roda empat yang diduga milik pedagang telah memadati sekitar trotoar.

Unggahan ini juga ditujukan kepada Pemkab Minut, Bupati Minut Joune Ganda dan Wakil Bupati Minut Kevin Lotulung.

“Keluhan dari orang tua murid SD 2 & SD 3 Airmadidi
Karna tu trotoar so ta pele dg org ba jual + motor” dg oto so ja sandar di trotoar for bajual

Baca Juga : https://buyrealtumblrfollowers.com/penjelasan-ahlulbait-indonesia-soal-viral-ritual-syiah-di-bandung/