Agus Rahardjo Sebut 2 Eks Ajudannya Bungkam Soal Cerita Pertemuan Dia dengan Jokowi

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Agus Rahardjo mengatakan, dua bekas ajudannya yang menjadi saksi kala ia dipanggil Presiden Joko Widodo atau Jokowi kini bungkam kala dimintai konfirmasi pertemuan itu. Para bekas ajudan itu RTP LIVE merupakan saksi yang menunjukkan Agus tidak berbohong.

Agus mengatakan, dua bekas ajudannya menjadi saksi pertemuan dia bersama dengan Jokowi. Namun, kata Agus, disaat dihubungi, Didik, keliru satu bekas ajudan itu mengaku serupa sekali lupa. “Saya serupa sekali enggak inget, Pak,” ujar Agus menirukan perkataan bekas ajudan itu, kala ditemui di kediamannya di Jatiasih, Bekasi, Selasa, 5 Desember 2023.

Adapun ajudan lainnya bernama Yatin Defi Purnomo, menurut Agus serupa sekali tak dapat hubungi. “Ponselnya serupa sekali dimatikan ke saya,” ujarnya. Agus mengaku tak tahu ajudannya memblokir nomornya atau tidak. Padahal, ajudan itu punyai catatan lengkap perjalanannya kala itu.

Kepada Tempo, Agus menunjukkan riwayat obrolan lewat aplikasi perpesanan bersama dengan Yatin. Agus berusaha menghubunginya Ahad, 3 Desember 2023 pukul 20.00. “Pak Yatin, tolong hubungi saya, terima kasih,” ucapnya membaca pesan itu. Namun, pesan itu tidak tersambung.

Yatin, kata Agus, punyai dua nomer berbeda. Namun, dia mengatakan nomer yang lain terhitung tidak dapat dihubungi. “Saya pikir itu perintahnya dari Polri,” ujarnya. Bekas ajudannya itu, kata Agus, kini menjadi ajudan Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron.

Bukti lain pertemuan itu adalah riwayat obrolan Agus bersama dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno lewat aplikasi perpesanan. Namun, riwayat obrolan itu tak dapat diakses lantaran dia sempat bergeser ponsel. “Kecuali Anda dapat mengaktifkan ponsel saya yang lama,” ujarnya.

Ketika memeriksa ponsel lama Agus, Tempo tak sukses menmukan riwayat obrolan itu. Dengan begitu, Agus mengakui tak punyai bukti kuat untuk menunjukkan pertemuannya bersama dengan Jokowi. “Jadi jikalau saya adu bukti sebetulnya saya lemah sekali. Lemah sekali,” ucapnya.

Baca juga:

Manfaat Push Up Setiap Hari, Dapat Menguatkan Otot serta Memperbaiki Postur Tubuh

Pengertian dan Sejarah Permainan Catur

Baru-baru ini, Agus Rahardjo mengatakan lembaga antirasuah mulai diintervensi oleh pemerintah sejak kasus korupsi pengadaan e-KTP pada 2017 silam. Agus mengatakan, kala itu dirinya sedang menjabat sebagai Ketua KPK periode 2015-2019. Pada 2017, dia dipanggil Presiden Jokowi ke Istana sendirian.